Berita
Ketahan Pangan

Cara Ternak Domba pada BUMDes/BUMDesma

01 June 2026
Cara Ternak Domba pada BUMDes/BUMDesma
Pelajaran penting tentang ternak, contohlah domba. Yang harus kita pahami itu, domba itu kita harus paham. Pertama, ketika peralihan daerah, mungkin di daerah A suhunya 40, datang ke Sukabumi 20. Itu kita harus pahami. Perbedaan paham... perbedaan faktor cuaca akan mempengaruhi domba itu sendiri.

Kedua, pakan. Mungkin di daerah awalnya odot, datang ke sini jukut, aritan umum. Nah itu bagaimana penanganannya? Harus tahu. Artinya dari segi pakan, bawalah dua karung mah dari sana, odot dari sana. Kasih makan selapar mungkin sedikit-sedikit. Nah besoknya atau sorenya dicampur. Makanan dari sana asalnya sedikit, dicampur yang sini sedikit. Jangan banyak-banyak, sehari, dua hari, tiga hari jangan banyak-banyak. Itu perut domba itu enggak akan netral. Seperti kita di sini makan nasi, datang ke Papua, itu tidak bisa langsung beralih ke papeda. Atau kita melulu di sana makan nasi, itu enggak ada. Nah yang harus kita pahami, bagaimana perut itu terisi secara netralisir, bertahap. Nah itu.

Ketiga, kebiasaan hewan itu sendiri, kita harus paham. Nah, kita juga harus ada style, kita juga harus ada kecintaan yang luar biasa terhadap hewan sendiri. Kalau kecintaan kita luar biasa terhadap hewan, itu inti dari keberhasilan. Jangan dulu berbicara bisnis, jangan dulu berbicara untung. Karena apa? Seperti begini, kalau kita memelihara domba taruhlah 5 dengan modal 10 juta, ada untung 100-200 dibabat semua, dijual karena ada untung, kita beli lagi. Ya begitu, itu berbicara untung.

Tapi ketika kita energik, ada kecintaan, ada rasa memelihara yang luar biasa, mempercantik domba, domba itu biar sehat dan gemuk, itu uang itu akan mengalir dengan sendirinya. Ya mungkin dari modal 10 juta itu bisa jadi 15 juta. Seperti kita menanam di pertanian, kita usahakan tanaman itu ya besar dulu, bagus dulu. Itu uang itu akan ngalir karena apa? Ketika tanamannya bagus, sehat, enggak terlalu banyak pestisida, itu uang itu akan menarik, menarik dengan sendirinya. Yang biasa misalkanlah ini tanamannya jambu, kecil-kecil ya paling 5.000. Jambu besar-besar, tampilannya menarik, 10.000 aja enggak bakalan ditawar lagi sama pembeli. Nah itu uang itu mengalir dengan sendirinya. Cobalah kita pahami ke mana keahlian kita, dasarnya itu aja.

Dan saya juga berharap teman-teman paham bagaimana sirkulasi pengusaha. Jadikan BUMDesma Nabiya sebagai contoh. Itu BUMDesma Nabiya itu berdiri sendiri tanpa ada intervensi dari pihak manapun, dan schedule-nya jelas, perencanaan kerjanya jelas. Dia bagaimana menguji ini keuntungannya bagaimana, risikonya bagaimana. Nah itu yang harus kita pahami.

Sumber : Nana Wijaya (BUMDes Mitra Fajar Harapan)